1. OPT kategori gulma (dengan
bagian-bagian deskripsi: judul dengan nama ilmiah, nama umum dalam bahasa
Indonesia dan Inggris, klasifikasi menurut ITIS dan GBIF Data Portal, deskripsi
bentuk hidup, batang, daun, bunga/perbungaan, dan buah/biji, cara mengganggu
tanaman, dan pengendalian).
·
Chromolaena odorata
Gambar 2 : Chromolaena odorata
Kirinyuh
termasuk keluarga Asteraceae. Daunnya berbentuk oval, bagianbawahnya lebih
lebar, makin keujung makin runcing. Panjang daun 6 – 10 cm dan lebarnya 3 – 6
cm. tepi daun bergerigi, menghadap ke pangkal. Letak daun juga
berhadap-hadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang. Setiap karangan
terdiri dari 20 – 35 bunga. Warna buga saat masih muda kebiru-biruan dan
semakin tua akan berwarna cokelat.
Kirinyuh
berbunga pada musim kemarau, pembungaannya serentak selama 3 – 4 minggu. Pada
saat biji masak, tumbuhan mongering. Kira-kira satfu bilan setelah awal musim
hujan potonga batang, cabang dan pangkal batang akan kertunas kembali.
Biji-biji yang jatuh ke tanah juga mulai berkecambah sehingga dalam waktu dua
bulan berikutnya kecambah dan tunas akan mendominasi area.
Pada
komunitas yang rapat, kepadatan kirinyuh bisa mencapai 36 tanaman dewasa /m2 di
tambah dengan tfidak kurang dari 1300 kecambah, padahal setiap tanaman dewasa
mamasih berpotensi untuk menghasilkan tunas, tumbuhan ini sangat sepat tumbuh
dan berkembangbiak. Karena cepatnya perkembangbiakan dan pertufmbuhannya, gulma
ini juga cepat membentuk komunitas yang sangat rapat sehingga dapat menghalangi
tumbuhnya tumbuhan lain melalui persaingan. Kirinyuh hanya dapat tumbuh pada
ketinggian 1000 - 2800 m dpl, tetapi di
Indonesia banyak ditemukan di dataran rendah (0 – 500 m dpl) seperti di
perkebunan-perkebunan karet dan kelapa serta dxi padang-padang penggembalaan.
Tinggi tumbuhan dapat mencapai 5 m bahkan lebih. Batang muda berwarna cokelat
dank eras apabila sudah tua.
Letak
cabang biasanya berhadap-hadapan dan jumlahnya sangat banyak. Percabangannya yang
rapat menyebabkan berkurangnya cahaya matahari ke bagina bawah, sehingga
menghambat pertumbuhan spesiesa lain, termasuk rumput yang tumbuh di bawahnya.
Dengan
demikian tumbuhan ini dapat tumbuh sangat cepat dan mapu mendominasi area
dengan sangat cepat. Kemempunnya mendomisai area denga sangat cepat ini juga di
sebabkan oleh produksi biji yang sangat banyak. Setiap tumbuhan sewasa mampu
memproduksi sekitar 80.000 biji setiap musim.
Cara paengendaliannya
yaitu dengan cara tebas bakar, ini dilakukan sacara terus- menerus. sebenarnya
kurang efektif, karena
akan berpengaruh pada kesuburan tanah dan daya tahan tanah terhadap pertumbuhan
tanaman. Pilihan lain adalah
dengan cara mekanis (dibabad) atau dengan cara hayati (dengan serangga atau
kompetisi dengan vegetasi lain) karena dengan mendatangkan musuh alami dari
tempat asalnya terbukti mampu mengendalikan Chromolaena
odorata.sehingga menggurangi bertambahnya tingkat perkembangan dan populasi
C. odorata .
Gambar 3 :
Alang-alang (Imperata cylindrica)
Perawakan:
herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah
tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut
jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung
runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm.
Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap
cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung
bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5
mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm.
Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala
putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1
mm lebih. Waktu berbunga : Januari - Desember. Daerah distribusi, Habitat dan
Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada
daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan
aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai;
ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di
perladangan; taman dan perkebunan. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman
kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan:
berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan
yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk.
Alang-alang dapat menuyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan
terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan
pertumbuhan alang-alang.
Cara yang dipakai untuk mengendalikan gulma ini
hampir sama dengan cara dengan cara pengendalian gulma pada cromolena odorata
atau kerinyu yaitu dengan tebas bakar namun dengan cara tebas bakar saja tidak
mampu untuk mengendalikan gulma ini sehingga untuk mengendalikannya kita harus
menanam tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan dari gulma ini, tanaman
tersebut yaitu tanaman Gamalin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar