Senin, 15 April 2013

opt pisang kategori gulma


1.      OPT kategori gulma (dengan bagian-bagian deskripsi: judul dengan nama ilmiah, nama umum dalam bahasa Indonesia dan Inggris, klasifikasi menurut ITIS dan GBIF Data Portal, deskripsi bentuk hidup, batang, daun, bunga/perbungaan, dan buah/biji, cara mengganggu tanaman, dan pengendalian).

·         Chromolaena odorata


 







Gambar 2 : Chromolaena odorata
Kirinyuh termasuk keluarga Asteraceae. Daunnya berbentuk oval, bagianbawahnya lebih lebar, makin keujung makin runcing. Panjang daun 6 – 10 cm dan lebarnya 3 – 6 cm. tepi daun bergerigi, menghadap ke pangkal. Letak daun juga berhadap-hadapan. Karangan bunga terletak di ujung cabang. Setiap karangan terdiri dari 20 – 35 bunga. Warna buga saat masih muda kebiru-biruan dan semakin tua akan berwarna cokelat.
Kirinyuh berbunga pada musim kemarau, pembungaannya serentak selama 3 – 4 minggu. Pada saat biji masak, tumbuhan mongering. Kira-kira satfu bilan setelah awal musim hujan potonga batang, cabang dan pangkal batang akan kertunas kembali. Biji-biji yang jatuh ke tanah juga mulai berkecambah sehingga dalam waktu dua bulan berikutnya kecambah dan tunas akan mendominasi area.
Pada komunitas yang rapat, kepadatan kirinyuh bisa mencapai 36 tanaman dewasa /m2 di tambah dengan tfidak kurang dari 1300 kecambah, padahal setiap tanaman dewasa mamasih berpotensi untuk menghasilkan tunas, tumbuhan ini sangat sepat tumbuh dan berkembangbiak. Karena cepatnya perkembangbiakan dan pertufmbuhannya, gulma ini juga cepat membentuk komunitas yang sangat rapat sehingga dapat menghalangi tumbuhnya tumbuhan lain melalui persaingan. Kirinyuh hanya dapat tumbuh pada ketinggian 1000  - 2800 m dpl, tetapi di Indonesia banyak ditemukan di dataran rendah (0 – 500 m dpl) seperti di perkebunan-perkebunan karet dan kelapa serta dxi padang-padang penggembalaan. Tinggi tumbuhan dapat mencapai 5 m bahkan lebih. Batang muda berwarna cokelat dank eras apabila sudah tua.
Letak cabang biasanya berhadap-hadapan dan jumlahnya sangat banyak. Percabangannya yang rapat menyebabkan berkurangnya cahaya matahari ke bagina bawah, sehingga menghambat pertumbuhan spesiesa lain, termasuk rumput yang tumbuh di bawahnya.
Dengan demikian tumbuhan ini dapat tumbuh sangat cepat dan mapu mendominasi area dengan sangat cepat. Kemempunnya mendomisai area denga sangat cepat ini juga di sebabkan oleh produksi biji yang sangat banyak. Setiap tumbuhan sewasa mampu memproduksi sekitar 80.000 biji setiap musim.
Cara paengendaliannya yaitu dengan cara tebas bakar, ini dilakukan sacara terus- menerus. sebenarnya kurang efektif, karena akan berpengaruh pada kesuburan tanah dan daya tahan tanah terhadap pertumbuhan tanaman. Pilihan lain adalah dengan cara mekanis (dibabad) atau dengan cara hayati (dengan serangga atau kompetisi dengan vegetasi lain) karena dengan mendatangkan musuh alami dari tempat asalnya terbukti mampu mengendalikan Chromolaena odorata.sehingga menggurangi bertambahnya tingkat perkembangan dan populasi C. odorata .
·         Alang-alang Imperata cylindrica








Gambar 3 : Alang-alang (Imperata cylindrica)
Perawakan: herba, rumput, merayap, tinggi 30-180 cm. Batang: rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, pada bukunya berambut jarang. Daun: tunggal, pangkal saling menutup, helaian; berbentuk pita, ujung runcing tajam, tegak, kasar, berambut jarang, ukuran 12-80 cm. x 35-18 cm. Bunga: susunan majemuk bulir majemuk, agak menguncup, panjang 6-28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5-5 cm, tangkai bunga 1-3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3-6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5-2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5-2,5 mm. Palea (sekam); 0,75-2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Buah: tipe padi. Biji: berbentuk jorong, panjang 1 mm lebih. Waktu berbunga : Januari - Desember. Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya: Di Jawa tumbuh pada ketinggian sampai dengan 2700 m dpl, pada daerah-daerah terbuka atau setengah tertutup; rawa-rawa; pada tanah dengan aerasi yang baik; pada daerah-daerah yang habis dibuka; di tepi sungai; ekstensif pada hutan sekunder; daerah bekas terbakar; sebagai gulma di perladangan; taman dan perkebunan. Tumbuhan ini dapat mempengaruhi tanaman kultivasi lain, karena kebutuhan natrium yang relatif tinggi. Perbanyakan: berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang dipanen dari tumbuhan yang telah matang. Rimpang yang baik berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. Alang-alang dapat menuyebabkan penurunan pH tanah. Besarnya penurunan pH dan hambatan terhadap proses nitrifikasi menunjukkan adanya korelasi positif dengan pertumbuhan alang-alang.
Cara yang dipakai untuk mengendalikan gulma ini hampir sama dengan cara dengan cara pengendalian gulma pada cromolena odorata atau kerinyu yaitu dengan tebas bakar namun dengan cara tebas bakar saja tidak mampu untuk mengendalikan gulma ini sehingga untuk mengendalikannya kita harus menanam tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan dari gulma ini, tanaman tersebut yaitu tanaman Gamalin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar