1. OPT kategori binatang hama (dengan
bagian-bagian deskripsi: judul dengan nama ilmiah, nama umum dalam bahasa
Indonesia dan Inggris, klasifikasi dari ITIS atau GBIF Data Portal, deskripsi
setiap fase perkembangan serangga, gejala kerusakan tanaman, dan pengendalian)
·
ULAT PENGGULUNG DAUN (Erienota
thrax.)
Penyebab
yang dilakukan oleh hama ini sangat merugikan karena hama ulat dengan nama
lengkap Erionata thrax ini mengeluarkan Larva yang baru menetas dan memakan
daun pisang dengan membuat gulungan daun. Seluruh siklus hidupnya terjadi di
dalam gulungan daun. Daun terpotong-potong karena tergulung dan jika dibiarkan
tanaman akan menjadi gundul.
Cara yang dipakai untuk mengendalikan hama ini yaitu secara fisik dan kimia. Secara fisik, yaitu pada telur, ulat dan daun yang terkumpul
kemudian dilenyapkan, selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang
kemudian dibakar. Secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak
bisa menggulung daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida
beracun kontak maupun beracun perut yang dilakukan saat telur baru saja menetas
misalnya Diazinon 60 EC, Bayrusil 250 EC sesuai dengan dosis yang tertera pada
kemasan. Dapat juga digunakan insektisida yang bersifat sistemik akan
lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan daun.dengan
menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat dicoba dengan
insektisida Malathion.
·
URET KUMBANG (PENGGEREK BONGGOL) (Cosmopolites sordidus)
Bagian yang diserang adalah kelopak
daun, batang. Larva penggerek bonggol membuat terowongan pada bonggol pisang
yang merupakan tempat masuknya bibit penyakit lain. Kerusakan ini
mengakibatkan
lemahnya sistem perakaran dan transportasi makanan terhenti. Gejala serangan
terlihat daun menguning dan ukuran tandan berkurang sehingga produksi menurun.
Cara yang dilakukan untuk mengendalikan hama ini yaitu dengan sanitasi lingkungan,
menangkap kumbang dewasa dengan perangkap yang terbuat dari bonggol pisang,
menggunakan musuh alami dan insektisida berbahan aktif karbofuran dan
monokrotofos dengan dosis seperti tertera pada kemasan.
·
NEMATODA (Rotulenchus similis, Radopholus similis).
Bagian
yang diserang adalah pada bagian akar. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu tanaman kelihatan merana, seperti
kelihatan layu,
terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar membengkak. Penyebabnya lain juga adalah hama Nematoda Radopholus
similis, gejala serangan yang nampak tanaman menjadi kerdil, akar tampak
berbintik-bintik gelap, buah menjadi sedikit dan kecil-kecil.
Pengendalian yang dilakukan untuk mencegah nematoda ini
diusahakan agar di sekitar tanaman pisang terdapat cacing gelang karena cacing
ini bisa menghambat perkembangan nematoda. Dapat digunakan Furadan 3G yang
dibenamkan di sekitar tanaman pisang. Pengendalian lain juga digunakan bibit yang telah disucihamakan,
tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.
·
ULAT BUNGA DAN BUAH (BURIK BUAH) (Nacoleila octasema.)
Gejalah kerusakan adalah bunga dan buah. Gejala lain yang
diakibatkan oleh hama ini pada pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis.
Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. Serangan hama yang menyebabkan burik
buah menyebabkan perkembangan buah menjadi terhambat, menimbulkan kudis pada
buah sehingga menurunkan kualitas buah. Hama ini meletakkan telurnya diantara
pelepah bunga dan segera setelah bunga muncul dari tanaman pisang. Hama langsung
menggerek pelepah bunga dan bakal buah, terutama saat buah masih dilindungi
oleh pelepah buah.
Cara
pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan buah saat bunga akan mekar sehingga buah terlindung dari hama tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar