Senin, 15 April 2013

opt pisang kategori hama


1.      OPT kategori binatang hama (dengan bagian-bagian deskripsi: judul dengan nama ilmiah, nama umum dalam bahasa Indonesia dan Inggris, klasifikasi dari ITIS atau GBIF Data Portal, deskripsi setiap fase perkembangan serangga, gejala kerusakan tanaman, dan pengendalian)

·         ULAT PENGGULUNG DAUN (Erienota thrax.)
            Penyebab yang dilakukan oleh hama ini sangat merugikan karena hama ulat dengan nama lengkap Erionata thrax ini mengeluarkan Larva yang baru menetas dan memakan daun pisang dengan membuat gulungan daun. Seluruh siklus hidupnya terjadi di dalam gulungan daun. Daun terpotong-potong karena tergulung dan jika dibiarkan tanaman akan menjadi gundul.
Cara yang dipakai untuk mengendalikan hama ini yaitu secara fisik dan kimia. Secara fisik, yaitu pada telur, ulat dan daun yang terkumpul kemudian dilenyapkan, selain itu dilakukan dengan memangkas daun yang terserang kemudian dibakar. Secara teknis daun pisang muda dirobek-robek agar ulat tidak bisa menggulung daun dan secara kimia dilakukan dengan penyemprotan insektisida beracun kontak maupun beracun perut yang dilakukan saat telur baru saja menetas misalnya Diazinon 60 EC, Bayrusil 250 EC sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan. Dapat juga digunakan insektisida yang bersifat sistemik akan lebih efektif mengingat ulat daun ini tersembunyi dalam gulungan daun.dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada, dapat dicoba dengan insektisida Malathion.
·         URET KUMBANG (PENGGEREK BONGGOL) (Cosmopolites sordidus)

Bagian yang diserang adalah kelopak daun, batang. Larva penggerek bonggol membuat terowongan pada bonggol pisang yang merupakan tempat masuknya bibit penyakit lain. Kerusakan ini mengakibatkan lemahnya sistem perakaran dan transportasi makanan terhenti. Gejala serangan terlihat daun menguning dan ukuran tandan berkurang sehingga produksi menurun.
Cara yang dilakukan untuk mengendalikan hama ini yaitu dengan sanitasi lingkungan, menangkap kumbang dewasa dengan perangkap yang terbuat dari bonggol pisang, menggunakan musuh alami dan insektisida berbahan aktif karbofuran dan monokrotofos dengan dosis seperti tertera pada kemasan.


·         NEMATODA (Rotulenchus similis, Radopholus similis).
Bagian yang diserang adalah pada bagian akar. Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini yaitu tanaman kelihatan merana, seperti kelihatan layu, terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar, akar membengkak. Penyebabnya lain juga adalah hama Nematoda Radopholus similis, gejala serangan yang nampak tanaman menjadi kerdil, akar tampak berbintik-bintik gelap, buah menjadi sedikit dan kecil-kecil.
Pengendalian yang dilakukan untuk mencegah nematoda ini diusahakan agar di sekitar tanaman pisang terdapat cacing gelang karena cacing ini bisa menghambat perkembangan nematoda. Dapat digunakan Furadan 3G yang dibenamkan di sekitar tanaman pisang. Pengendalian lain juga digunakan bibit yang telah disucihamakan, tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.
·         ULAT BUNGA DAN BUAH (BURIK BUAH) (Nacoleila octasema.)
Gejalah  kerusakan adalah bunga dan buah. Gejala lain yang diakibatkan oleh hama ini pada pertumbuhan buah abnormal, kulit buah berkudis. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. Serangan hama yang menyebabkan burik buah menyebabkan perkembangan buah menjadi terhambat, menimbulkan kudis pada buah sehingga menurunkan kualitas buah. Hama ini meletakkan telurnya diantara pelepah bunga dan segera setelah bunga muncul dari tanaman pisang. Hama langsung menggerek pelepah bunga dan bakal buah, terutama saat buah masih dilindungi oleh pelepah buah.
 Cara pengendaliannya yaitu dengan membungkus tandan buah saat bunga akan mekar sehingga buah terlindung dari hama tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar